DIBUTUHKAN NIAT HATI

Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.” Lalu jawab pembawa senjatanya itu kepadanya: “Lakukanlah niat hatimu itu; sungguh, aku sepakat.

1 Samuel 14:6-7

Seperti biasa, saya berjalan kaki menuju pangkalan becak untuk diantar ke halte dimana saya biasa naik bus saat berangkat ke kantor. Saya pun naik bus yang ngetem di situ. Sebentar saja bus sudah penuh dan mulai berjalan. Ini terjadi dulu waktu saya masih aktif bekerja, sekarang saya sudah pensiun. Baru berjalan sekitar 20 menit, tiba-tiba bus itu menepi dan berhenti. Sopir bus pun turun menemui seorang polisi lalu lintas, rupanya sopir dianggap melanggar peraturan lalu lintas. ”Wah kalau begini bisa terlambat”, saya berkata dengan kesal. Di kantor akan ada meeting dan saya sudah berjanji pada pimpinan untuk tidak terlambat. Semua penumpang juga kelihatan gelisah. Setelah menunggu 20 menit, bus berangkat lagi untuk meneruskan perjalanan. Saya masih kesal, ”Pasti terlambat nih! Gara-gara sopir yang tidak becus”. Dan benar, saya terlambat masuk kantor. Rapat pun sudah dimulai 15 menit yang lalu. Saya masuk ruangan rapat dengan hati yang tidak menentu. Setelah rapat selesai, saya pun diminta menghadap pimpinan. ”Mengapa terlambat?” tanya pimpinan. ”Soalnya bus yang saya tumpangi ditilang polisi. Sopirnya tidak becus”, jawab saya. ”Jadi yang salah sopirnya?”, tanya pimpinan. ”Betul pak” jawab saya agak keras. Pimpinan berkata, ”Kalau mau jujur, apakah kamu sungguh-sungguh merasa harus datang lebih pagi? Kalau kamu berniat datang lebih awal, pasti kamu akan berangkat lebih pagi. Atau, kamu bisa cepat-cepat ganti bus”. Saya hanya tertunduk malu, sungguh pengalaman pahit yang tidak terlupakan dan pelajaran berharga untuk menghargai waktu. Niat hati diperlukan di dalam setiap kehidupan kita. Dalam masalah pertobatan, harus diawali dengan niat hati (Kisah Rasul 8:22-23). Jika tidak, maka ketika kita jatuh dalam dosa bahkan kembali hidup di dalam dosa, kita akan berkata, ”Ya, namanya juga manusia, penuh dengan kelemahan”. Dalam mengubah kebiasaan buruk, dibutuhkan niat hati. Kalau tidak ada niat hati, kita akan menyalahkan situasi dan lingkungan. ”Habis, teman-teman juga melakukan itu, tidak enak kalau tidak ikut”, katanya. Dalam mengembangkan karier atau mengejar kesuksesan pun perlu niat hati. Kalau tidak, ketika gagal kita akan berkata, ”Memang sudah nasib saya”. Orang yang tidak mempunyai niat hati akan mudah melemparkan kesalahan kepada orang lain atau mencari kambing hitam. Milikilah niat hati yang teguh di dalam mengerjakan apa pun yang sekarang ini sedang Anda hadapi, karena jika ada niat hati, segala macam alasan akan tersingkir dengan sendirinya dan jalan keluar pun akan terbuka, Amin.

Niat hati diperlukan di dalam setiap kehidupan kita. Dalam masalah pertobatan, harus diawali dengan niat hati.

Orang yang tidak mempunyai niat hati akan mudah mencari kambing hitam.

INTEGRITAS ILAHI

Anak-anak beruntung jika mempunyai ayah yang baik dan hidup lurus.
Amsal 20:7 (BIS)

Parents and kids zaman now (orang tua dan anak-anak zaman sekarang) banyak yang sibuk dengan diri mereka masing-masing sehingga hubungan orang tua – anak pun terganggu. Kegiatan demi kegiatan mereka lakukan sehingga kesempatan berkumpul bersama semakin jarang. Demi alasan menyejahterakan istri dan anak maka seorang suami dan bapak menghabiskan waktunya untuk bekerja di luar rumah. Apakah ini salah? Tentu saja tidak. Namun jika seorang suami yang juga seorang bapak terlalu banyak di luar rumah maka ia akan kekurangan waktu untuk berinteraksi dengan istri dan anaknya. Bagaimana dengan kesibukan Anda masing-masing? Apakah tidak mengganggu family time Anda? Namun bapak yang hidup takut, hormat dan gentar kepada TUHAN memiliki kehidupan sehari-hariyang berbeda dengan para bapak lainnya. Bapak yang demikian akan hidup lurus dan benar (berintegritas) Ilahi akan menghasilkan keturunan yang diberkati dan berbahagia. Fokus bapak ini bukan ke luar rumah untuk mencari uang, melainkan mengumpulkan berkat. Bapak seperti ini ke luar rumah untuk menjadi berkat, bukan mencari berkat. Bapak yang seperti ini ke luar rumah bukan untuk mencari masalah namun menyelesaikan masalah. Bapak yang demikian menggunakan waktu seefektif dan seefisien mungkin dalam beraktifitas di luar rumah lalu membangun family time bersama keluarganya. Apakah Anda masih memiliki family time? Jika tiba-tiba ada rapat mendadak, sementara Anda sudah memiliki komitmen dengan keluarga Anda dalam family time, apakah yang akan Anda lakukan? Tantangan para bapak zaman now adalah bagaimana dapat membagi waktu di luar rumah dan di dalam rumah, juga dalam berinteraksi dengan orang lain dan keluarganya. Para bapak jenis ini juga tetap dapat mengembangkan potensi dan kecakapannya dalam mengembangkan karir pekerjaan dan pelayanannya, namun juga dapat memberdayakan potensi dan kecakapan serta talenta dan karunia dari istri dan anak-anaknya. Para bapak ini juga memaksimalkan kemajuan teknologi agar dapat melakukan komunikasi dengan keluarganya, bukan sebaliknya yaitu diperbudak kecanggihan teknologi. Tanggung jawab seorang bapak tidak dapat dipandang remeh. Seorang bapak yang memiliki integritas ilahi akan diberi hikmat oleh TUHAN untuk mengelola waktunya sebaik mungkin. Bapak yang demikian menjadi teladan dan contoh bagi istri dan anaknya sehingga dalam membangun keluarga tidak terjadi ketimpangan karena ketidak lmaksimalan peran seorang bapak atau seorang ibu dalam keluarga. Bagaimana dengan keluarga Anda?

Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang menyadari bahwa integritas ilahi harus dimulai dari diri sendiri.

Bapak yang berjalan dalam integritas ilahi akan menghasilkan keturunan yang diberkati dan berbahagia.

IA KERASUKAN SETAN DAN GILA

Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata: “Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?” Yang lain berkata: “Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?
Yohanes 10: 19-21

Pernahkah Anda dianggap orang gila atau kerasukan setan? Kira-kira mengapa seseorang bisa dianggap kerasukan setan atau gila? Paling tidak seseorang bisa dianggap gila karena melakukan hal yang tidak masuk akal atau melakukan sesuatu yang tidak lazim. Bacaan di atas adalah tanggapan beberapa orang Yahudi termasuk para Imam terhadap apa yang Yesus katakan dan lakukan. Beberapa orang menganggap Ia kerasukan setan, tetapi beberapa menyangkal bahwa Ia kerasukan setan, karena orang yang kerasukan setan tak mungkin melakukan mujizat yaitu memelekkan mata orang-orang buta. Terjadi kontroversi, semua terjadi karena ketidak percayaan, apa yang dikatakan dan yang dilakukan Yesus membuat mereka bimbang, mereka berharap Yesus berkata terus terang bahwa Ia Mesias, namun Yesus tidak berterus terang, Ia lebih banyak menyatakan melalui tanda-tanda ajaib dan kata-kata yang terselebung bagi mereka, seperti Ia berkata: “sebelum Abraham dilahirkan Ia telah ada”. “Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku” (Yohanes 10: 24-25). Dapat dimengerti jika seorang manusia biasa mengaku setara dengan Allah, atau ia mengaku Mesias maka hanya ada dua pilihan bagi penilaian orang banyak, ia kerasukan setan atau ia sudah tidak waras. Hal inilah yang benar-benar Yesus alami atau satu pilihan lagi yaitu Ia memang benar-benar Illahi. Saat membaca renungan ini, Anda bisa saja skeptis (tidak percaya) seperti orang Yahudi pada saat itu, tetapi pertimbangkan satu kemungkinan yang lain, bagaimana kalau ia benar-benar Illahi? Bagaimana kalau Ia adalah sang Firman Allah yang menjadi manusia? Bagaimana kalau ia benar-benar Mesias sang penyelamat yang pada akhir jaman akan datang kembali untuk menjadi Hakim yang Agung? Bagi Anda yang sudah percaya, biarlah renungan ini lebih meyakinkan Anda bahwa Yesus adalah Sang Mesias, Sang juru selamat Anda! Anda setuju?

*Values:*
Setiap warga Kerajaan tidak akan pernah meragukan bahwa Yesus adalah Mesias, karena Sang Mesias sendiri yang telah memilihnya.

*Sebelum Abraham dilahirkan Ia telah ada, karena hakekatnya Yesus bukan manusia biasa tetapi Ia adalah Allah yang menjadi manusia.*