Aku dengan Ayahku

~ By F.S. ~

Mengisi waktu luang di rumah, sambil liat foto2 jaman jadul (i.e. jaman dulu) dan merenungkan bagaimana hubungan aku dengan kedua orang tuaku terutama ayahku. Crita tentang masa kecilku dimana aku lahir dengan keadaan yg pas2an. Ayahku seorang sales door to door dan harus bekerja keras demi memenuhi kehidupan rumah tangganya. Masih teringat bagaimana dulu ayahku sering meninggalkan kami keluar kota dan hanya pulang malam minggu. Juga mendengar crita dari ibuku di mana aku lahir tanpa ditunggui ayahku karena beliau harus bekerja. Dimana aku selalu demam tinggi saat ayahku harus pergi keluar kota, sembuh jika ayahku kembali ke rumah dan untuk mencegah semuanya itu, sarung yang biasanya ayahku pakai waktu tidur harus di taruh dekat denganku, supaya aku bisa mencium aroma ayahku dan aku tidak demam lagi.

Masih teringat pada waktu aku kecil, ayahku sering mengajak aku ke rumah panti asuhan, dan ke tempat orang-orang yg kurang mampu. Awalnya aku bingung kenapa sih waktu aku kecil sering banget aku diajak ke tempat-tempat seperti itu?! Awalnya aku tidak mengerti tapi sekarang aku mengerti, ayahku menanam benih di dalam diriku bahwa jika kita nantinya berada di atas, kita harus tetap melihat ke bawah (supaya kita tidak sombong dgn harta yg dimiliki saat ini). Uang kita boleh banyak, rumah kita boleh besar, jabatan kita boleh tinggi, sekolah kita boleh tinggi, TAPI kita tetap harus memperhatikan orang yg dibawah kita, di sekitar kita, khususnya orang yg kurang mampu. Ayahku selalu bilang bahwa apa yg kita miliki hanya titipan dari Tuhan karena kelak Tuhan bisa mengambilnya kapan pun. Jadi bijaksanalah dalam menggunakan uang, karena apa yg saat ini kita miliki itu hanya anugerah!

Walaupun hubunganku dengan ayahku sangat dekat, tapi aku pernah salah paham dan mengecewakan ayahku. Waktu itu aku baru lulus SD. Aku mengira bahwa ayahku adalah seorang yg ditaktor yang tak ingin ditentang dan dicegah. Ayahku menyekolahkan aku di KOLOSE Santo Yusuf Malang dimana aku tak ingin bersekolah di sana karna aku belum terbiasa tinggal jauh dari orang tua. Apalagi aku tidak biasa dengan orang asing yang sama sekali aku tidak kenal bahkan tinggal di asrama. Disitulah awal dimana aku berontak dan mengecewakan kedua orang tuaku. Aku tidak belajar dengan sungguh-sungguh, bahkan aku sengaja berbuat onar supaya aku dipulangkan. Bayangkan saja diumurku yang masih kecil, dimana aku msh blom terbiasa dgn kehidupan luar dan juga dimana aku harus berkeringat dingin menghadapi guru fisika yg menakutkan (jika kita tidak bisa mengerjakan soal, para murid bukunya akan dibuang dan kemudian kami disuruh berdiri hingga pelajaran slesai dan bahkan dipukul). Tapi perbuatan yg aku lakukan hanya menimbulkan rasa malu dan menyakitkan bagi kedua orang tuaku.

Akhirnya, pada saat kenaikan kelas, aku harus mengulang kembali kelas 1 SMP. Dari situ aku sadar, bahwa ayahku bukanlah seorang yg ditaktor, tapi beliau hanya ingin memberikan pendidikan yg terbaik untuk aku. Ayahku tidak memarahiku, tapi beliau memberikan nasehat yang membuat aku tersadar dan memohon ampun padanya dengan membuktikan bahwa aku tidak akan mengulangi kesalahan yg dulu. Bahkan sekarang aku bersyukur ayahku menempatkan aku di asrama, sehingga pada umur yg masih kecil, aku sudah bisa melakukan sesuatu sendirian (seperti mencuci piring, baju, nyetrika, mencari guru les, bahkan beres2 rumah). Sehingga pada saat ayahku mengirim aku keluar negeri aku tidak takut dan bisa mengerjakannya sendirian.

Banyak yang aku pelajari hidup pisah dari orang tua. Layaknya burung rajawali kecil, aku harus berusaha untuk terbang sendiri tanpa didampingi ayahku. Tapi di sisi lain, ayahku sedang melihat aku jikalau nantinya aku dalam bahaya. Pengalaman ditipu 2x oleh orang Singapore mengajarkan aku bahwa didunia ini tidak semua manusia dapat dipercaya. Pertama aku kehilangan 2000 US dolar pd waktu aku pertama kali datang ke singapore. Yang kedua aku ditipu 3200 Singapore dolar. Sungguh aku tak percaya, karna perawakan mereka yang lembut dan sangat baik kepadaku, membuat aku berpikir bahwa mereka tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Tapi pepatah yg mengatakan “don’t judge a book by the cover” itu benar. Tidak semua orang yg berhati lembut itu baik dan tidak semua org yg mukanya sangar itu jahat. Tapi pada saat aku dalam posisi sulit yg terlintas dalam pikiran aku, aku masih punya ayah. Aku ceritakan pada ayahku dan akhirnya ayahku menyelesaikannya untukku. Akhirnya kami yg awalnya harus diusir dari rumah kontrakan tidak jadi diusir, bahkan beberapa bulan kemudian kami diberi anugerah mendapatkan sebuah rumah. (iman seorg ayah terhadap Bapa di sorga)

Pengalaman lain yg aku alami bersama ayah…aku dapat menggunakan fasilitas-fasilitas yg ada. Contohnya: ayahku kenal dengan orang pemerintahan, bahkan orang-orang hebat. Sehingga pada saat aku pulang ke Indonesia, atau mau brangkat pulang ke Singapore, aku tidak perlu mengantri imigrasi. Sudah ada org yg menjemput aku di dalam bandara dan aku tidak perlu mengantri di bagian imigrasi :)

Pernah hampir 2 hari aku tidak ngobrol dengan ayahku atau at least ayahku tidak mendengarkan suaraku. Tiba-tiba handphoneku berdering, telpon dari mami. Aku tanya “kenapa mi”, mami cuma bilang “ini lho papimu nek dak denger suaramu kayak cacing kepanasan”. WOW! (bayangkan jika ayah di dunia seperti ini, apalagi BAPA di SORGA?!)

Then kami ngobrol2 bentar, papi tanya persiapan ke US gimana, dll. Sampai akhirnya aku harus ke US selama sebulan. Ayahku ga pernah jauh2 dari telfon, handphone selalu dibawa, dan bahkan aku dengar dari ibuku bahwa ayahku memakai gulingku.

Kami memang dekat, tapi ada satu yg aku “miss” bahwa aku tidak mengenal baik ayahku. Maksud tidak mengenal baik disini adalah, Aku tidak mengerti apa yg ayahku inginkan. Karena selama ini aku selalu menuntut ayahku untuk mengerti aku. Tapi sekarang aku mengerti, salah satu contohnya adalah ayahku tidak suka kalo kami anaknya jika disuruh mengerjakan sesuatu selalu bilang “Tidak bisa” kalo itu cuma mendengar kata dari orang lain. Ayahku maunya kami anaknya berkata “kami sudah berusaha tapi memang tetap tidak bisa” itu yg ayahku inginkan. Ayah mau kami berusaha dan mencoba walaupun ujung-ujungnya tidak bisa, jangan sampai kami menyesal karna kami tidak mencoba.

Pernah aku stress berat 2 tahun lalu, aku merasa takut kehilangan yg sangat luar biasanya pada saat aku mendapat telfon ayahku kecelakaan sepeda motor dan aku tidak bisa melihat keadaannya. Tapi Puji Tuhan, ayahku tidak kenapa-kenapa. Aku merasa lega setelah mendengarkan suaranya. Semenjak kejadian itu, aku sangat2 menghargai apa yg ada di depan mataku. Gak heran kalau banyak orang yg bilang aku mirip dengan ayahku.. karna aku memang dekat dengannya.

Aku bersyukur aku punya ayah seperti beliau, ayah tau yg terbaik untuk diriku, dia tak pernah memaksa tapi selalu mengarahkan! Aku ada saat ini, karena didikan ayahku. Dari kecil ayah telah memberikan benih yg benar dalam diriku. Aku akui, aku orang yg tidak percaya diri, bahkan ragu dengan diriku sendiri, demam panggung. Tapi ayah selalu berusaha untuk mendorong aku dan mengatakan bahwa aku bisa! jangan ragu! Selain itu, ayah selalu memberi tahuku bahwa kalau kamu mengerjakan dan melakukan sesuatu, bekerjalah dengan kesungguhan hati dan niat yg tulus. Jangan setengah-setengah alias total dalam pekerjaan! jangan bekerja karena ingin diliat orang, tapi bekerjalah untuk menyenangkan hati Tuhan.

Ayahku memang bukan ayah yg sempurna, karena beliau cuma manusia biasa. Terkadang beliau bisa melakukan kesalahan karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Tapi jika ditanya siapa pria yg sempurna dan hebat didunia, maka aku memilih ayahku! karena tidak ada seorang pun yg dapat menggantikan posisi ayah dalam hidupku.

Inti dari semua ini adalah, melekatlah terus pada Tuhan. Bangun hubungan yang intim dengan Bapa! Bila Bapa tinggal didalam diri kita, jgn heran apa yg kita kerjakan itu berbeda dari orang duniawi.

Jika kita sedang dalam masa2 sulit, atau berpikir bahwa kita sedang melakukan sesuatu tapi seperti semuanya sia-sia, ingat kita masih punya BAPA di sorga. Dan jikalau ayah di dunia saja hebatnya seperti itu, apalagi Bapa kita di sorga, hebatnya bisa berpuluh2 kali lipat :)

“Sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan (Kolose 2:3)”

“Jikalau kamu tinggal didalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yg kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya (Yohanes 15:7)”

I love you, Daddy :)

Turning Point

~ By: Chandra Setiadji ~

Kisah ini dimulai ketika ku mendengar janji Tuhan di awal tahun:

Yesaya 40:31 – “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Ironis sekali, apa yang ku alami pada bulan-bulan pertama di tahun yang baru ini, sungguh bertolak belakang dengan janji yang ku trima. Berikut adalah kisahku:

Aku adalah seoarang pria yang beranjak dewasa, seumur-umur, aku tidak pernah mengalami apa yang disebut gagal dalam bidang pendidikan. Dari sd-kuliah, tidak pernah ada hambatan. Teman-temanku, orang tuaku, bahkan aku sendiri menganggap diriku pintar. Tetapi kali ini, serasa Tuhan berbicara lain kepadaku. Kuliah s2 ku di luar negri diujung tanduk, saya terpaksa memperpanjang masa kuliahku lantaran topik researchku dianggap kurang matang oleh advisorku. O, betapa shock diriku, pertama dikarnakan kebanggaanku pada kepintaranku bakal hilang, kedua semasa kuliah s2 ini aku hanya mengandalkan uang beasiswa, jika terpaksa harus extend kuliah maka aku harus biaya sendiri dan biaya ini juga tidak murah. Kalaupun, orang tuaku mampu membiayai kuliahku, maka aku harus malu sekali lagi, karna sewajibnya pria seumurku sudah mandiri. Tapi inilah kenyataan yang harus kutrima, kuliah harus diperpanjang, dan mengandalkan kiriman dari orang tua.

Permasalahan yang ku hadapi, bukan bertambah kecil, tapi bertambah besar, karna aku juga tidak tahu pasti apakah dengan memperpanjang aku pasti bisa menyelesaikan thesisku (dikarenakan mencari ide tambahan itu susah sekali dan standard yang diminta tinggi). Saat itu hal2 yang masuk dipikiranku hanyalah semua yang negatif tentang hidup. “Misalnya kalau saya tidak lulus, saya tidak mau pulang, karna target saya mau kerja diluar negri mengharapkan gaji lebih besar daripada gaji karyawan di indo. Meskipun harus kerja kasar illegal diluar negri juga tidak apa-apa, asalkan bisa dapat lebih”, “Kalau seupama aku gagal kuliah, mungkin aku juga harus melepas pacarku, karna aku bakal malu ketemu ortu-nya”, pokoknya dipikiranku aku adalah orang gagal dan tidak punya masa depan cerah.

Namun, disaat kondisiku paling buruk, Tuhan mulai berbicara pelan-pelan padaku baik melalui khotbah digereja, ataupun buku-buku yang kubaca. Aku paling ingat akan khotbah yang dibawakan Pdt. Welyar Kauntu, penggubah lagu “Walau 1000 rebah”. Ia mengatakan, “Bahwa kunci perlindungan dan berkat Tuhan adalah Mazmur 91:14-15: Sungguh, hatinya melekat pada-Ku maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya sebab ia mengenal nama-Ku, dan bila ia berseru kepada-Ku Aku akan menjawab. Aku akan menyertai dia dalam kesesakan. Aku akan meluputkannya dan memuliakannya“. Sejak saat itu, aku decide untuk memperbanyak jam2 doaku, jam2 pujian penyembahanku, jam2 saat teduhku. Ajaib, ketika ku mulai lagi merasa goyah, satu persatu firman Tuhan yang tepat kluar bagiku dan menguatkanku, “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Mat 6:34), “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu<" (1Ptr 5:7), "Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah” (Mzm 55:22-23), etc. Saat itulah aku baru benar2 paham arti “PenyertaanMu sempurna, rancanganmu penuh DAMAI, AMAN, dan SEJAHTERA walau ditengah badai”, this is the moment I feel totally secure and can totally surrender to GOD.

Singkat cerita, akupun bisa menyelesaikan Thesis S2ku dengan hasil sidang lulus dgn revisi minor. Akan tetapi permasalahan kedua datang, aku masih belum mendapat pekerjaan. Resesi ekonomi tahun ini sungguh membuatku sulit untuk mendapat pekerjaan, Aku mencoba melamar-lamar pekerjaan ke berbagai tempat dengan berharap bisa stay dan bekerja dinegara. Tapi sekali lagi Tuhan membiarkanku menerima tolakan demi tolakan, smp sempat putus asa aku dan berkata “terserah Tuhan, yang penting kau besertaku, mau kemana juga ok”. Dan memang benar, saya harus kluar dari negri ini, tapi Tuhanku memang dahsyat, pertolonganNya tak pernah terlambat dan SEMUANYA PASTI INDAH PADA WAKTUNYA. Satu minggu sebelum aku kluar dari negri ini (karna visa sudah habis), saya mendapatkan pekerjaan di negara lain dengan mudah dan mendapatkan salary lebih dari yang aku harapkan. PLUS lagi, di negara tersebut ku menemukan satu kluarga Kristen, yang memiliki semangat luarr biassaa and make me feel at home. Every thing goes so smootthh..

Sejak saat itu, ku mulai lebih cinta lagi dalam memuji & menyembah Tuhan, saat teduh, dan mulai belajar menerapkan karakter Kristus dalam hidupku (walaupun masih maju mundur). Setiapku ada masalah ku tahu bahwa Allahku besertaku, dan dia yang akan menjawab smua permasalahanku, yang kuperlukan adalah berusaha sebaik mungkin.

Di negara yang baru ini, aku tertantang dengan satu firman Tuhan tentang perpuluhan lebih tepatnya tentang persembahan sulung. Persembahan yang satu ini cukup berat bagiku, mengingat kondisi kantongku saat itu tipis sekali (dalam arti cukup untuk bulan itu saja), dan kalau gaji pertamaku ku berikan smuanya , bulan depan aku harus makan apa, sedangkan uang sewa kostku aja saat itu harus bayar 2x (uang dp+uang sewa). Sudah cukup bagiku merepotkan orang tuaku. Tapi kali ini aku mau blajar taat, aku buat perjanjian dengan Tuhan, aku akan bayar 4x. Kukatakan Tuhan saya mencicil. Bulan pertama okay, walau ngepres tapi tidak pernah terlambat makan. Bulan kedua, TUhan berkata lain, aku harus memberikan 2.5x dari jumlah yang kuberikan dibulan pertama, kukatakan “okay sbab yang kupunya smua milikMu”. Akhirnya bulan ketiga, aku melunasi smuanya… Satu hal kenapa aku tertantang pada firman ini adalah diayat ini sajalah Tuhan berkata “Ujilah Aku”, karna itu aku mau mencoba ^_^. Saudara, memang FirmanNya adalah IYA DAN AMIN, jika sebelumnya saya kuatir akan status saya yang masih belum tetap, Tuhan menjawab beberapa hari lalu dengan menjadikanku pegawai tetap plus kenaikan gaji lebih dari yang kubayangkan. Sungguh tiada kata2 yang sanggup mengungkapkan kasih, setia, dan penyertaan Tuhan.

Akhir cerita, itulah perjalanan hidupku bersama Tuhan Jesus selama satu tahun. Suatu perjalanan yang mengubahku from ZERO to HERO. Satu Tahun dimana JANJI Tuhan tergenapi dalam hidupku.

Inti dari cerita ini adalah:

  • Ada saat dimana Tuhan akan mengijinkan kita dalam pencobaan yang menurutmu sudah tidak ada jalan kluar, semua terasa gelap,suram. Suatu keadaan dimana kita TIDAK BISA BERBUAT APA-APA, selain BERDOA dan MEMOHON. Tapi percayalah itulah saat dimana YANG TIDAK BISA APA-APA dibuat MENJADI LUAR BIASA oleh TUHAN dan menjadi LEBIH DARI PEMENANG (sebab bukan oleh usaha kita tapi TUHAN YANG BEKERJA BUAT KITA). This is the time we call TURNING POINT.
  • Keadaan dimana kita tidak bisa apa2 hanyalah cara Tuhan untuk mengatakan pada kita, bahwa segala kepintaran, kekayaan, masa depan yang kau rancangkan, apa yang kau punya, semua itu tidak ada artinya jika Tuhan tidak berkenanan. Sebab itu sering IA mengatakan dalam firmanNya, Ia membenci orang yang CONGKAK, tetepi mengasihi orang yang rendah hati. “Rendahkanlah dirimu dihadapan Tuhan, maka Ia akan meninggikan kamu” – Yakobus 4:9.
  • Proses dari Tuhan memang menyakitkan, tetapi ujung2nya MANTAP. Tak heran jika bny orang kristen mengatakan “IKUT TUHAN ITU, SEREM2 ENAK”.
  • Jadikanlah PENYEMBAHAN SEBAGAI GAYA HIDUP. Dimanapun kau berada, apapun yang kamu kerjakan/bicarakan, perbuatlah demi kemulianNYA. (stuju banget dengan kata2 tante Tammy malam ini)
  • Saat kamu memberi perpuluhan (yang wajib hukumnya), sebenarnya kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri (stuju banget denga kata2 pak Harry malam ini). Dan yang ini aku sudah mengujinya sendiri, bahwa:
  • Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. “(Mal 3:10).
    (tetapi sekali lagi seperti kata pak Harry, motivasi kita harus benar).
  • TERAKHIR: PERCAYALAH FIRMANNYA ADALAH PELITA KITA, FIRMANNYA ADALAH SATU-SATUNYA YANG MEMBUAT KITA KUAT. RESAPI, RENUNGI, LAKUKAN, DAN PERCAYALAH SELALU TUHANMU SELALU MEMBUAT SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA.

(Semoga dapat membangun dan menghibur saudara2ku yang mengalami hal2 yang sama seperti aku dulu).

Terkadang kita merasa
Tak ada jalan terbuka
Tak ada lagi waktu
Terlambat sudah

Tuhan tak pernah berdusta
Dia slalu pegang janjiNYA
Bagi orang percaya
Mukjizat nyata

Reff:
Dia Mengerti
Dia perduli
Persoalan yang sedang terjadi

Dia Mengerti
Dia perduli
Persoalan yang kita alami
Namun satu yang Dia minta
Agar kita PERCAYA sampai mukjizat
Menjadi nyata